Growth Mindset & Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu. Setiap pelatihan yang diikuti oleh tenaga pendidik SMP Negeri 14 Jakarta, ketika diadakan oleh pemerintah ataupun lembaga pelatihan pada bidang pendidikan. Sesuai instruksi kepala dinas pendidikan, wajib diterapkan kembali dan dibagikan kepada guru-guru yang berada di satuan pendidikan masing-masing.
Nah, kali ini admin akan membagikan hasil pelatihan yang telah diikuti oleh Pak Agam, Pak Hartadi, dan Ibu Ria pada pelatihan pembelajaran mendalam, yang mana materi pelatihannya telah disosialisasikan selama satu minggu lalu. Sosialisasi hasil pelatihan yang akan dibahas ini tidak bisa selesai dalam waktu yang sempit, jadi akan dilaksanakan dalam pertemuan berikutnya.
Ada sekitar delapan modul yang telah dipaparkan ketika pelatihan yang mereka ikuti sebelumnya. Jadi dalam sosialisasi ini hanya dijelaskan sebagian kecilnya saja. Modul Umum - Pola Pikir Bertumbuh. Mindset ini sebenarnya sudah ada aturannya. Pola pikir adalah segalanya. Contoh kuesioner agar dapat mengerahui pola pikir termasuk tetap atau berkembang (bertumbuh), sebagai berikut:
- Saya memiliki kelemahan dalam beberapa hal : S.
- Tidak masalah bila saya gagal sebab itu kesempatan untuk belajar : S.
- Jika orang lain melakukan yang lebih baik dari saya, maka : S.
- Saya suka mencoba hal-hal yang baru meski ada resiko : S.
- Saya merasa sukses : T.
- Ketika orang lain sukses, ingin merasakan hal yang sama : S.
- Saya senang dan membantu : S.
- Tingkat kecerdasan bisa digapai dalam belajar dan berlatih : S.
- Tingkat kecerdasan : T.
- Ingin berusaha lebih baik lagi : S.
Hasil jumalah Setuju Ganjil = 3 dan Setuju Genap = 5.
Cara mengetahui hasil pola pikir tersebut termasuk tetap atau bertumbuh, maka bisa dihitung jumlah butir pernyataan setuju pada nomor ganjil dan hitung juga secara terpisah jumlah butir pernyataan setuju pada nomor genap.
Setelah sudah dijumlahkan, maka akan bisa diketahui hasilnya. Jika perbandingan hasilnya sama maka pola pikirnya campuran. Sedangkan jika bagian ganjil lebih besar, maka pola pikir termasuk masih tetap. Terakhir, jika nomor genap lebih besar dari nomor ganjil, maka hasil pola pikir guru tersebut sudah termasuk pola pikir bertumbuh.
Semoga tidak ada tenaga pendidik yang merasa khawatir akan pendidikan di masa mendatang. Karena jika ada orang yang merasa khawatir, maka pola pikirnya masih terpadu dan belum berkembang. Contoh kecilnya saja, masalah sebelumnya saja bisa diselesaikan kenapa harus khawatir dan takut akan pendidikan di masa mendatang.
Prinsip pembelajaran harus terdapat berkesadaran, bermakna, menggembirakan, olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga. Taxonomy pembelajaran biasanya memakai metode Bloom, namun pada sosialisasi kali ini berbeda dengan metode-metode sebelumnya, yaitu The Solo Taxonomy. Pendalaman materi (PM) dalam pembelajaran ranah kognitif.
Sumber Foto: Pak Eka & Pak Dimas.
Ed\: Wafi - Jakarta, 8 Agustus 2025.