Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelatihan. Tampilkan semua postingan

Pelatihan Merancang Kokurikuler yang Nyata, Relevan, dan Berdampak dalam Pembelajaran

Menindaklanjuti pelatihan sebelumnya, terkait Panduan Kokurikuler 2025. Kini SMP Negeri 14 Jakarta mengadakan pelatihan selanjutnya yang bertujuan untuk mengaplikasikan apa yang pernah dirancang sebelumnya. 

Dalam acara kegiatan Pelatihan Merancang Kokurikuler yang Nyata, Relevan, dan Berdampak dalam Pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Ruang Laboratorium Komputer Lantai 4 SMP Negeri 14 Jakarta, pada pukul 08.00 WIB s/d 12.30 WIB. 

Perhitungan alokasi waktu terbagi menjadi 2 semester, yakni Semester Ganjil dan Semester Genap. 

  1. Banyaknya minggu dalam satu semester genap terdapat 25 minggu; Minggu tidak efektif sebanyak 11 minggu; dan Penggunaan minggu efektif sebanyak 14 minggu. Itu artinya jika diakumulasikan total jam pelajaran sebanyak 56 JP (jam pertemuan). 
  2. Sedangkan banyaknya minggu dalam satu semester ganjil terdapat 27 minggu; Minggu tidak efektif sebanyak 4 minggu; dan Penggunaan minggu efektif sebanyak 23 minggu. Maka jika diakumulasikan total jam pelajaran sebanyak 92 JP (jam pertemuan). 

Kesimpulannya adalah sesuai instruksi untuk kelas 7, dalam setahun terdapat 36 minggu, dan selama 1 semester adalah 18 minggu. Sedangkan kelas 9 terdapat 32 minggu. 

Foto: Ibu Loeszi Mei Syafri.

Peningkatan Kompetensi Guru/Tutor untuk Memperkuat Literasi

Pelatihan ini merupakan bagian perjalanan pembelajaran bagi para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Sebenarnya banyak sekolah yang membutuhkan materi literasi pembelajaran seperti komunikasi, interaksi dan bagaimana cara penyampaian materi yang baik kepada peserta didik. 

Buku Meraih Sukses Tanpa Batas karya Ir. Fauzan Ahmad bisa dijadikan sebuah solusi para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Agar dapat pembelajaran efektif, para tenaga pendidik diharapkan agar membaca panduan Kokurikuler yang terbaru. (Baca: Panduan Kokurikuler 2025). 

Peserta didik ketika pembelajaran kadangkala ada yang sekedar hanya mendengar, dan ada juga yang benar-benar mendengarkan. Apa yang menjadi perbedaan antara "mendengar" dengan "mendengarkan"? 'Mendengar' berarti hanya sekilas saja yang masuk ke dalam otak, atau bisa dikatakan apa yang telah disampaikan hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Sedangkan 'mendengarkan' berarti peserta didik tersebut benar-benar mencermati apa yang disampaikan oleh guru. 

* * * 

Pendidikan Indonesia diperkirakan tertinggal sangat jauh, dengan beberapa perkiraan menyebutkan hingga 128 tahun untuk mengejar kualitas negara maju. Ini berdasarkan studi profesor Harvard, Lant Pritchett, yang dipublikasikan sekitar tahun 2017-2020. 

Menurut UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) terkait ketertinggalan pendidikan Indonesia disebut tertinggal signifikan dari negara maju, dengan perkiraan variatif, mulai puluhan hingga ratusan tahun. Salah satu pernyataan terkenal dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2016 menyebutkan tertinggal 300 tahun. 

* * * 

Soft skill yang sangat dibutuhkan agar dapat sukses pada tahun 2030 mendatang sebagai berikut: 

  1. Kecerdasan emosional dan sosial (seperti empati, resolusi konflik). 
  2. Berpikir kritis dan pemecahan masalah kompleks. 
  3. Kreativitas dan inovasi. 
  4. Adaptabilitas dan pembelajaran seumur hidup. 
  5. Komunikasi efektif (termasuk menulis). 
  6. Kepemimpinan berbasis nilai. 
  7. Kemampuan kolaborasi (terutama virtual / antarbudaya). 

Soft skill merupakan kemampuan yang sangat penting juga untuk melengkapi keterampilan teknis (hard skill), serta menghadapi dunia yang semakin otomatis dan beragam. 

* * * 

Rentang usia Gen Z itu kelahiran tahun 1997 s/d 2012. Karakter Gen Z sebagai berikut: 

  1. Visual. 
  2. Negotiable. 
  3. Simple dan praktis. 
  4. Orang yang rentang memorinya pendek: 8 detik sampai 15 menit. 
  5. Suka option (pilihan). Butuh perbedaan dari jaman yang dulu. 
  6. Digitalnative: ahli dalam bidang IT. 
  7. Chalanging (suka tantangan). 
  8. Lemah adab, lemah moral, lemah etika, dan lemah sopan santun. 

Banyak guru yang belum mengenal muridnya, banyak orangtua yang belum mengenal anaknya, banyak anak yang belum mengenal dirinya. 

Quotes: 

  1. Jangan jadikan diri kita orang yang selalu merasa pandai, tetapi jadikanlah diri kita orang yang selalu pandai merasa. 
  2. Belajar tidak melihat orang lain dari sisi kelemahannya, tetapi melihat dan menilai dari kelebihannya. 
  3. Perlakukanlah orang lain sebaik mungkin, sebagaimana kita ingin diperlakukan sebaik mungkin oleh orang lain. 

Informasi tambahan: Pak Purbaya akan merubah konsep Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk rupiah. 

* * * 

Referensi: 

Universitas Narotama, 13 Maret 2020, Kualitas Pendidikan Indonesia Disebut Tertinggal 128 Tahun dari Negara Maju, https://narotama.ac.id/. 

Yovie Given Nata Widjaja & Ayunda Pininta Kasih, 27 Januari 2025, Kunci Sukses Cari Kerja Buat Gen Z hingga 2030: Kuasai 10 "Skill" Ini, https://www.kompas.com/?refresh_attempt=1. 

Sumber: Fauzan Ahmad.

Pelatihan Portal Sekolah

Senin, 10 November 2025 - Bidang kurikulum menyelenggarakan Komunitas Belajar (Kombel) mingguan yang dilaksanakan di Ruang Aula Lantai 2 SMP Negeri 14 Jakarta. Kombel kali ini mengaplikasikan Portal Sekolah yang gunanya untuk membantu tenaga pendidik dalam penyiapan kurikulum dan pembelajaran selama di sekolah. 

Aplikasi yang disediakan oleh Bapak Imran selaku pemateri menjelaskan mekanisme fitur-fitur yang berada pada website http://www.portalsekolah.com

Penilaian pengganti berfungsi sebagai penilaian remedial atau susulan. 

Template soal yang baru dibuat draft nya sebagai berikut: 

Soal: (Redaksi soal) - Rumus titik dua tidak boleh lepas dari template pembuatan soal. 

  • a. Pilihan ganda 1.
  • b. Pilihan ganda 2. 
  • c. Pilihan ganda 3. 
  • d. Pilihan ganda 4. 

Kunci Jawaban: (Jawaban yang benar)

Pembahasan: (Redaksi pembahasan soal)

Sumber: Imran.

Growth Mindset & Pembelajaran Mendalam

Growth Mindset & Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu. Setiap pelatihan yang diikuti oleh tenaga pendidik SMP Negeri 14 Jakarta, ketika diadakan oleh pemerintah ataupun lembaga pelatihan pada bidang pendidikan. Sesuai instruksi kepala dinas pendidikan, wajib diterapkan kembali dan dibagikan kepada guru-guru yang berada di satuan pendidikan masing-masing. 

Nah, kali ini admin akan membagikan hasil pelatihan yang telah diikuti oleh Pak Agam, Pak Hartadi, dan Ibu Ria pada pelatihan pembelajaran mendalam, yang mana materi pelatihannya telah disosialisasikan selama satu minggu lalu. Sosialisasi hasil pelatihan yang akan dibahas ini tidak bisa selesai dalam waktu yang sempit, jadi akan dilaksanakan dalam pertemuan berikutnya. 

Ada sekitar delapan modul yang telah dipaparkan ketika pelatihan yang mereka ikuti sebelumnya. Jadi dalam sosialisasi ini hanya dijelaskan sebagian kecilnya saja. Modul Umum - Pola Pikir Bertumbuh. Mindset ini sebenarnya sudah ada aturannya. Pola pikir adalah segalanya. Contoh kuesioner agar dapat mengerahui pola pikir termasuk tetap atau berkembang (bertumbuh), sebagai berikut: 

  1. Saya memiliki kelemahan dalam beberapa hal : S. 
  2. Tidak masalah bila saya gagal sebab itu kesempatan untuk belajar : S. 
  3. Jika orang lain melakukan yang lebih baik dari saya, maka : S. 
  4. Saya suka mencoba hal-hal yang baru meski ada resiko : S. 
  5. Saya merasa sukses : T. 
  6. Ketika orang lain sukses, ingin merasakan hal yang sama : S. 
  7. Saya senang dan membantu : S. 
  8. Tingkat kecerdasan bisa digapai dalam belajar dan berlatih : S. 
  9. Tingkat kecerdasan : T. 
  10. Ingin berusaha lebih baik lagi : S.

Hasil jumalah Setuju Ganjil = 3 dan Setuju Genap = 5. 

Cara mengetahui hasil pola pikir tersebut termasuk tetap atau bertumbuh, maka bisa dihitung jumlah butir pernyataan setuju pada nomor ganjil dan hitung juga secara terpisah jumlah butir pernyataan setuju pada nomor genap. 

Setelah sudah dijumlahkan, maka akan bisa diketahui hasilnya. Jika perbandingan hasilnya sama maka pola pikirnya campuran. Sedangkan jika bagian ganjil lebih besar, maka pola pikir termasuk masih tetap. Terakhir, jika nomor genap lebih besar dari nomor ganjil, maka hasil pola pikir guru tersebut sudah termasuk pola pikir bertumbuh. 

Semoga tidak ada tenaga pendidik yang merasa khawatir akan pendidikan di masa mendatang. Karena jika ada orang yang merasa khawatir, maka pola pikirnya masih terpadu dan belum berkembang. Contoh kecilnya saja, masalah sebelumnya saja bisa diselesaikan kenapa harus khawatir dan takut akan pendidikan di masa mendatang. 

Prinsip pembelajaran harus terdapat berkesadaran, bermakna, menggembirakan, olah pikir, olah rasa, olah hati, olah raga. Taxonomy pembelajaran biasanya memakai metode Bloom, namun pada sosialisasi kali ini berbeda dengan metode-metode sebelumnya, yaitu The Solo Taxonomy. Pendalaman materi (PM) dalam pembelajaran ranah kognitif. 



Sumber Foto: Pak Eka & Pak Dimas. 

Ed\: Wafi - Jakarta, 8 Agustus 2025.